Link-link Penting

Dinding Siswa

Pengunjung : 27.904.550

Hari ini 103
Bulan ini 315.913
IP anda 54.196.195.207
Tamu Online 15

Teraktif

Dinding Siswa

ALDIANSYAH TRISAPUTRA

Novel angkatan 20an-30an

 

Novel Angkatan 20-30an

Diantara kamu pernah membaca novel. novel yang akan kita bahas kali ini adlaah novel Angkata 20-an dan 30-an. Novelnovel apa saja yang termasuk Angkatan 20-an? Dan novel apa saja yang termasuk Angkatan 30-an? Mari kita pelajari bersama.

 

1. Novel Angkatan 20-an

Pernahkah kamu membaca novel-novel Angkatan 20-an? Angkatan 20-an sering disebut dengan Angkatan Balai Pustaka. Disebut dengan Angkatan Balai Pustaka karena Balai Pustaka adalah satu-satunya penerbit yang berperan dan berdiri pada pemerintahan kolonial Belanda pada tahun 1917. Karya sastra yang dihasilkan umumnya berupa roman dan novel. Karya-karya tersebut masih terpengaruh unsur-unsur sastra lama yang menjadi latar cerita. Unsur-unsur tersebut antara lain adat, kebiasaan, etika, dan bahasa.

 

Berikut novel/roman yang diterbitkan pada Angkatan 20-an ini

 

1. AZAB DAN SENGSARA (Karya Merari Siregar)-1920

Tema: Kawin paksa, ketika perjodohan anak muda masih ditentukan oleh orangtua mereka.

Tokoh: Aminuddin, Mariamin, Baginda Diatas, Kasibun, Nuria, Sutan Baringin.

2. SABAI NAN ALUIH (Karya Tulis Sutan Sati)-1920

3. SITTI NURBAYA (Karya Marah Rusli)-1922

Tema: Kasih tak sampai dan kawin paksa

Tokoh: Sitti Nurbaya, Samsul Bahri, Datuk Meringgih

4. MENCARI PENCURI ANAK PERAWAN (Karya Suman Hasibuan)-1923

5. SALAH PILIH (Karya Nur Sutan Iskandar)-1928

6. SALAH ASUHAN (Karya Abdul Muis)-1928

Tema: Kesalahan dalam mendidik dan mengasuh anak, kisah kasih antara dua anak manusia berbeda bangsa.

Tokoh: Hanafi, Corrie, Rapiah, Safei, Ibu Hanafi.

7. SENGSARA MEMBAWA NIKMAT (Karya Tulis Sutan Sati)-1928

8. NERAKA DUNIA (Karya Nur Sutan Iskandar)-1934

9. HULUBALANG RAJA (Karya Nur Sutan Iskandar)-1934

10. KATAK HENDAK MENJADI LEMBU (Karya Nur Sutan Iskandar)-1935

11. NUSA PENIDA (Karya Anjar Asmara)

12. SUKRENI GADIS BALI (Karya I Gusti Nyoman Panji Tisna)-1936

 

2. Novel Angkatan 30-an

Angkatan 30-an (Pujangga Baru) merupakan angkatan yang berani menampilkan perubahan. Perubahan ini tercermin dalam tema-tema yang diangkat tidak lagi terpengaruh oleh budaya dan adat masyarakat lama. Tokoh yang menonjol dalam angkatan ini antara lain, Armin Pane, Amir Hamzah, dan Sutan Takdir Alisyahbana. Karya sastra yang menonjol pada saat itu adalah novel Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisyahbana.

Contoh-contoh karya sastra Angkatan 30-an:

a. Anak Perawan di Sarang Penyamun karya Sutan Takdir Ali syahbana,

b. Belenggu, karya Armin Pane,

c. Dijemput Mamaknya, karya Hamka,

d. I Swasta Setahun di Bedahulu, karya Pandji Trisna,

e. Percobaan Setia, karya Suman H.S.

 

3. Mengidentifikasi Kebiasaan, Adat, dan Etika dalam Novel Angkatan 20 dan 30-an

 

a. Adat

Adat adalah suatu aturan/peraturan yang lazim diturut/dilakukan sesuai dengan situasi dan waktu tertentu. Adat diartikan sebagai hukum tak tertulis sehingga bersifat mengikat masyarakat penggunanya. Adat inilah yang akan menentukan karakter tokoh-tokoh dalam cerita. Jika tokoh mematuhi adat yang berlaku, maka ia dianggap tokoh yang baik dan layak ditiru. Sebaliknya, jika ada tokoh yang menentang atau tidak taat adat biasanya akan dijauhi atau dihukum sesuai adat yang berlaku.

 

b. Kebiasaan

Kebiasaan merupakan budaya atau tradisi masyarakat yang turun-temurun dilakukan. Kebiasaan terkait latar belakang budaya dalam cerita.

 

 

 

c. Etika

Etika berkaitan dengan apa yang dianggap baik atau buruk, atau sopan-tidak sopan pada kebiasaan tokoh-tokoh ceritanya. Etika berkaitan dengan moral atau perilaku yang terpengaruh oleh adat dan kebiasaan.

 

d. Bahasa

Bahasa yang digunakan pada karya sastra Angkatan 20-an dipengaruhi oleh bahasa daerah. Penggunaan ungkapan dan perbandingan sebagai bentuk kiasan banyak dijumpai dalam karya sastra angkatan 20-an.

Sekarang, baca dengan saksama dua novel berikut ini, kemudian kerjakan latihan yang menyertainya.

 

 

 

 

 

 

 

Ciri-cirinya:

a. Tema berkisar masalah adat dan kawin paksa

b. Isnya kebanyakan mengkritik keburukan adat lama dalam soal perkawinan.

c. Tokoh-tokohnya diceritakan sejak muda hingga meninggal dunia

d. Konflik yang dialami para tokoh kebanyakan disebabkan perselisihan dalam memilih nilai   

    kehidupan (barat dan timur)

e. Pleonasme (menggunakan kata-kata yang berlebihan)

f. Bahasa terkesan kaku dan statis

g. Bahasanya sangat santun

h. Para penulisnya kebanyakan berasal dari Pulau Sumatera

 

 

 

 

 

Sumber : http://kreasi-nurdi.blogspot.com

 

Pendapat

Dinding Guru

Alumni 2013/2014, Melepas kalian akan terkenang selamanya....
by: Endang Mina,S.Pd.

Untuk Seluruh Siswa Alumni 2012/2013
by: Endang Mina,S.Pd.

Doaku.........Harapanku.......Harapan kita semua..!
by: Sry Suparni, S.Pd

Generasi Muda Harus Berjiwa Anti Korupsi
by: Hj.Anis Hariyati, S.Pd

Tiga Filter Test Setiap Kita Mendengar Sesuatu Tentang Orang Lain.
by: Hj.Anis Hariyati, S.Pd

Pythagoras
by: Ahmad Mustofa

Berbaik Sangka
by: Ahmad Mustofa

Javascript
by: Ahmad Mustofa

Percaya Diri
by: Ahmad Mustofa

Macam-macam Teori Belajar
by: Ahmad Mustofa

Klasifikasi Materi Pembelajaran
by: Ahmad Mustofa

Teori Humanistik
by: Ahmad Mustofa

Pemilihan Model Pembelajaran Sebagai Bentuk Implementasi Strategi Pembelajaran
by: Ahmad Mustofa

Tumbuhkan Motivasi Belajar
by: Ahmad Mustofa

Problem Based Learning (PBL)
by: Ahmad Mustofa